News

LURIK KLATEN IKUTI AJANG INTERNASIONAL CHINGAY PARADE DI SINGAPURA

on

Pariwisaklaten.com Merdeka.com, Jawa Tengah – Sebanyak 60 penari asal Klaten akan bertolak ke Singapura untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia dalam ajang Chingay Parade Singapore 2017 pada 10-13 Februari mendatang. Diharapkan melalui festival internasional tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berharap lurik dari Klaten bisa go international sebagaimana batik yang sudah lebih dulu mendunia.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Klaten, Joko Wiyono mengatakan, selain tampil di arena F1 (Formula One) Pit Building, kontingen Klaten yang mengangkat tema The Colour Full Of Lurik ini juga pentas di China Town. Mereka bertolak dari Bandara Adisucipto Yogyakarta, Rabu (8/2) pagi. Selesai gladi kotor, Kamis (9/2), esok malamnya mengikuti Chingay Parade yang dibuka oleh Perdana Menteri Singapura. Kemudian Sabtu (11/2), kontingen masih mengikuti parade yang sama di F1 Pit Building Singapura, tapi kali ini dibuka oleh Presiden Singapura.

“Kemudian Minggu (12/2), kita diundang tampil di China Town untuk peringatan kerjasama bilateral Indonesia dan Singapura yang ke 50 tahun. Hari Senin (13/2) jadwal masih tentatif, dan kita pulang ke Indonesia pada Selasa (14/2),” kata dia disela-sela upacara pelepasan di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Minggu (5/2) sore.

Ditanya alasan mengirimkan Duta Lurik Pedan pemenang Klaten Lurik Carnival 2016 itu, menurut dia, lurik dipilih lantaran warisan leluhur dan produk unggulan Klaten. Selain itu, partisipasi tersebut bisa menjadi ajang promosi untuk mengenalkan kain tenun lurik khas Pedan kepada dunia. Adapun anggarannya mencapai Rp 400 juta yang sudah disetujui DPRD Klaten dalam APBD 2017.

Sementara itu, Penanggung Jawab Konseptor Kontingen Indonesia, Quinta Nova menjelaskan, selama penyelenggaraan Chingay Parade Singapore, kontingen Klaten akan bergabung bersama penari dari daerah lain yang dipimpin oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Antara lain, SMA Presiden Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Universitas Negeri Medan, ISI Denpasar, Makassar, dan Boyolali.

“Secara visual, kami mencoba menggabungkan komposisi kostum parade karnaval batik dan lurik. Durasi sekitar. Nanti daerah lain akan mengikuti koreografi ini, begitu juga dengan kostumnya. Jadi begitu ketemu disana (Singapura), kita langsung gladi bersih. Karena dari panitia memberikan space unsur api, tanah, dan air di atas panggung seluas 100 meter, kita akan menampilkan atraksi kuda lumping. Kalau peserta negara lain biasanya menampilkan pawai mobil hias,” beber Quinta yang sudah berpengalaman menyelenggarakan Solo Batik Carnival.

Video Peserta Lurik Klaten Chingay Parade di Singapura

 

Sumber : PariwisataKlaten
youtube

About Dinpar Klaten

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten. Kantor. Jl Sulawesi No 37 Sidowayah, Klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *