Desa Wisata

Asiknya Berwisata Membuat Gerabah di Desa Wisata Melikan

on

PariwisataKlaten.com – Asiknya Berwisata Membuat Gerabah di Desa Wisata Melikan. Berwisata tak melulu mengunjungi tempat yang memiliki pemandangan yang indah. Berwisata juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman kita. Jika Jogja punya Desa Kasongan sebagai tempat pengrajin gerabah, maka Klaten punya Desa Melikan sebagai saingannya.

Mata pencaharian utama penduduk disini adalah pengrajin Gerabah. Jumlah pengrajin di kampung gerabah ini kurang lebih 200 orang, dimana hasil kerajinan gerabah sudah berkembang pesat dan sudah dirintis untuk pengembangan wisata gerabah bagi siswa siswi PAUD, TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, umum dan keluarga. Kampung Gerabah Desa Melikan ini dikenal sebagai desa pengrajin gerabah dengan teknik putaran miring yang diklaim merupakan satu-satunya di dunia. Tidak seperti pembuatan gerabah pada umumnya, dalam pembuatan gerabah di desa ini menggunakan teknik putaran miring. Putaran miring merupakan salah satu tehnik pembuatan gerabah menggunakan alat putar dari kayu dan bambu dengan posisi miring kurang lebih 35 derajat. Mayoritas dikerjakan oleh kaum perempuan dan sudah dilakukan turun temurun sampai saat ini masih dilestarikan.

Tehnik putaran miring memiliki filosofi yang sangat tinggi yang lahir dari kebudayaan dan adat istiadat setempat, waktu itu pengrajin gerabah perempuan di daerah kampung tersebut umumnya memakai kebaya (jarik), agar terlihat sopan terciptalah alat produksi gerabah dengan putaran miring. Keselarasan antara kebutuhan dan situasi saat itu sangat tepat, dimana yang menggunakan alat pembuatan gerabah dengan tehnik putaran miring adalah kaum perempuan. Pembuatan keramik dengan teknik putaran miring ini konon telah ada sejak 300 tahun silam. Teknik yang tidak biasa inilah yang membuat seorang profesor berasal dari Jepang tertarik dan membantu membuatkan Laboratorium Keramik yaitu Prof Kawasaki, Ia adalah alumnus Jurusan Patung dari Kyoto City College of Art, dan juga pengajar di Fakultas Seni Kyoto Seika University, yang terus berkarya di bidang pendidikan keramik dan menyipta keramik di Pagerjurang, Bayat, Klaten.

Di kampung gerabah ini pengunjung bisa mencoba teknik putaran miring dan mempraktikkan pembuatan gerabah hingga jadi. Tiket masuk hanya Rp 20.000/Orang, untuk bisa praktik langsung membuat gerabah anda harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang. Pengelola telah menyiapkan alat beserta tim pengajar. Anda juga bisa membawa pulang gerabah buatan anda sendiri, serta mendapat souvenir dari keramik. Tak hanya bisa belajar membuat gerabah saja, pengunjung juga bisa melihat aktifitas warga memproses gerabah mulai dari penyiapan tanah liat, gerabah mentah, penjemuran, hingga pada proses pembakaran dan finising.

Selain melihat berbagai aktivitas membuat gerabah, anda juga bisa melakukan banyak aktivitas lainnya disini. Lahan–lahan luas dapat dipergunakan untuk lokasi camping, tracking dan outbond. Ada juga sajian wisata lain yaitu kesenian tradisional, home industry makanan ringan, perikanan, kolam pemancingan, homestay hingga objek wisata di sekitar Desa Melikan, yakni Goa Maria, Makam Sunan Pandanaran, dan Rawa Jombor yang letaknya sangat berdekatan.

About triyan91

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *